Selasa, 16 Oktober 2012

Teori Sintalitas Kelompok


Teori Sintalitas Kelompok






OLEH :
AZMUL FUADY IDHAM
1171040002


FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2012

Geng motor brutal leluasa beraksi di Pekanbaru
Pekanbaru (ANTARA News) - Warga Kota Pekanbaru meminta pihak kepolisian segera mengambil tindakan tegas terhadap kawanan geng motor, setelah dua orang warga kembali jadi korban kebrutalan mereka
"Polisi harus menghentikan kebrutalan geng motor karena mereka sudah meresahkan dan sudah banyak jadi korbannya," kata Huzaema (22), seorang warga di Pekanbaru, Minggu.
Huzaema adalah keluarga dari salah satu korban keganasan geng motor. Pada Minggu dini hari (30/9), dua orang warga terluka luka berat akibat sabetan benda tajam yang dibawa kawanan geng motor. Korban adalah Ivan (22) dan Febryandi (20).
Kasus ini merupakan yang kesekian kali terjadi, setelah lima warga sebelumnya juga sempat dianiaya geng motor pada bulan Agustus.
Seorang warga lainnya, Jasman (30), mengatakan sejumlah anggota geng motor terlihat mengamuk di depan Purna MTQ di Jalan Sudirman, Pekanbaru. Ironisnya, aksi anarkis itu terjadi saat jajaran Polresta Pekanbaru menggelar razia terhadap pengguna kendaraan bermotor.
"Setiap kendaraan yang melintas dilempar dengan pipa besi dan apabila terjatuh mereka langsung menganiayanya. Bahkan, saya dilempar dengan pipa besi," ujarnya.
Korban kekerasan geng motor, Ivan (22) adalah warga Jalan Suka Karya-Kualu Pekanbaru. Korban mengalami luka di kepalanya akibat sabetan benda tajam dari kawanan geng motor. Ivan masih beruntung karena berhasil melarikan diri dan dilarikan ke Rumah sakit Bhayangkara, Pekanbaru.
Korban kedua adalah Ferbryandi (20) warga Jalan Sukakarya. Saat korban melintas di depan Purna MTQ, mendadak kawanan geng motor meneriaki dan membacoknya dengan senjata tajam. Akibatnya, korban menderita luka di kedua kakinya, tangan dan punggung. Korban langsung diselamatkan warga setempat dan dibawa ke Rumah sakit Eka Hospital, Pekanbaru. (F012/E001)
Teori Sintalitas Kelompok
Sintalitas (syntality) adalah istilah yang dikemukakan Cattel (1948, 1951) yang artinya adalah kepribadian (personality) yang khusus digunakan untuk kelompok. Cattel berpendapat bahwa untuk mempelajari kelompok perlu ada cara untuk menguraikan dan mengukur sifat – sifat dan perilaku kelompok. Karena itulah ia mengembangkan konsep kepribadian kelompok atau sintalitas kelompok.
Dasar pendapat cattel ini adalah pandangan McDougall (1920) mengenai kelompok. Ia menyatakan sebagai berikut:
1. Perilaku dan struktur yang khas dari suatu kelompok tetap ada walaupun anggotanya berganti – ganti. Jadi, para geng motor akan tetap melakukan hal-hal yang brutal meskipun ada dari mereka yang tertangkap.
2. Pengalaman – pengalaman kelompok direkam dalam ingatan. Anggota geng motor ini akan selalu mengingat kejadian-kejadian brutal yang pernah mereka lakukan.
3. Kelompok mampu berespons secara keseluruhan terhadap rangsang yang tertuju kepada salah satu bagiannya. Seperti yang kita ketahui, jika salah satu anggota dari geng motor mendapat masalah dari luar, maka anggota lainnya akan siap untuk membantu.
4. Kelompok menunjukkan adanya dorongan – dorongan. Dorongan-dorongan para anggota ditampkkan ketika mereka menjalankan aksi-aksi yang brutal.
5. Kelompok menunjukkan emosi yang bervariasi. Sama halnya dengan geng motor yang menunjukkan emosi yang bervariasi, sehingga pandangan mereka harus disatukan
6. Kelompok menunjukkan adanya pertimbangan – pertimbangan kolektif (bersama). Sebelum  beraksi pastinya para anggota geng membicarakan apa-apa yang akan mereka lakukan.


Referensi

http://www.antaranews.com/berita/336118/geng-motor-brutal-leluasa-beraksi-di-pekanbaru
http://ristiyaheralita.blogspot.com/2010/10/teori-sintalitas-kelompok.html

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo